Lewat Polidik, Wakapolres Bangli Ajak Siswa SMAN 1 Susut Jadi Pelopor Tertib Lalin dan Anti Bullying
Polres Bangli - Ada pemandangan berbeda di halaman SMAN 1 Susut, Senin (19/10/2026) pagi. Ratusan siswa yang biasanya hanya bertemu dewan guru, kali ini berdialog langsung dengan jajaran pimpinan Polres Bangli. Ya, Polres Bangli menggelar program prioritas Kapolri, Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) di sekolah tersebut.
Program yang dimulai pukul 07.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Bangli Kompol I Gede Sudyatmaja, S.H., M.H. yang hadir bersama Kabag SDM Kompol I Dewa Gede Oka, Kasat Binmas Kompol I Wayan Wista, Kapolsek Susut AKP I Wayan Suyasa, Kasat Lantas AKP I Nyoman Widiantara, dan Kasat Narkoba Iptu I Nyoman Suriana.
Turut hadir Kepala Sekolah SMAN 1 Susut I Dewa Gede Anom, S.Pd., M.Pd., bersama 680 siswa-siswi dan guru yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
SMAN 1 Susut dipilih bukan tanpa alasan. Sekolah yang berlokasi di Jl. Putra Yudha, Desa Sulahan, Kec. Susut ini menjadi sasaran untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, taat hukum, dan anti kenakalan remaja.
Selama tahun 2026, sekolah yang memiliki maskot Tari Siwa Praja Mukti ini tercatat pernah mengalami fenomena unik, dimana beberapa siswa mengalami kesurupan saat pementasan tari tersebut. Hal ini menjadi perhatian bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara fisik dan psikis.
Di hadapan ratusan siswa, Wakapolres Bangli menyampaikan pesan Kamtibmas yang begitu dekat dengan kehidupan pelajar zaman sekarang.
" Kami datang bukan untuk menakuti, kami datang sebagai sahabat. Adik-adik adalah masa depan Bangli," Ujar Kompol Sudyatmaja membuka dialog.
Tiga pesan utama yang ditekankan adalah yaitu, Pertama, pentingnya tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Gunakan helm, patuhi rambu, dan sayangi nyawa. Kedua, berani menolak segala bentuk bullying atau perundungan, baik di sekolah maupun di media sosial. Ketiga, waspada terhadap cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini tidak menentu dan selalu utamakan keselamatan.
Suasana dialog menjadi hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu siswa bernama Arlan dengan berani menyampaikan masukan.
Ia meminta agar Polres Bangli tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga memberikan edukasi nyata terkait sanksi hukum dan tindak lanjut jika terjadi pelanggaran lalu lintas, kasus bullying, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
" Terima kasih untuk Arlan, masukan yang luar biasa. Kami dari Polres Bangli akan melakukan pembinaan secara kontinyu di SMAN 1 Susut ini. Dan tentu, setiap pelanggaran hukum akan kami tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku," Tegas Wakapolres.
Kompol Sudyatmaja menambahkan, program Polidik ini adalah implementasi nyata dari tagline Polisi Bersama Masyarakat, yang merupakan identitas komunikasi resmi Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat, khususnya pelajar.
" Kehadiran kami ingin memberikan dampak positif. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kami ingin menyelamatkan generasi muda dari narkoba, bullying, dan kecelakaan lalu lintas," Pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan yel-yel semangat dari siswa SMAN 1 Susut. Para guru pun mengapresiasi langkah Polres Bangli yang peduli akan masa depan pendidikan di Bangli.
AKBP ANGGUN ADHIKA PUTRA, S.I.K.,M.M
Kapolres Bangli






